Pendidikan

7 Manfaat Penelitian yang Penting untuk Diketahui

7 Manfaat Penelitian yang Penting untuk Diketahui

Vigiliadelainmaculada – Kehidupan manusia terus berubah dan mengalami perkembangan seiring waktu. Perubahan dan perkembangan itulah yang kerap lahir dari penelitian. Dari penelitian itu juga didapatkan ilmu-ilmu baru serta wawasan yang akan semakin membuka pengetahuan masyarakat. Karena memang kehidupan manusia harus berjalan dengan ilmu agar mudah dan membawa manfaat.

Penelitian seringkali dilakukan oleh orang-orang tertentu. Jelas bukan orang sembarangan sebab penelitian membutuhkan pemikiran yang mendalam. Hanya orang yang berwawasan di bidangnya yang dapat melakukan penelitian. Jenis penelitian pun luas dan mencakup semua bidang kehidupan. Apapun jenisnya dan dalam apapun bidangnya, penelitian yang dilakukan oleh ahli akan membawa manfaat seperti berikut ini.

Sebagai Upaya Pemecahan Masalah

Salah satu manfaat penelitian yang utama adalah sebagai langkah pemecahan masalah. Seperti diketahui bahwa di kehidupan selalu ada masalah atau fenomena yang terjadi. Seringkali masalah tersebut tidak langsung menemukan solusi yang tepat. Maka dari itu, para ahli perlu melakukan penelitian terkait masalah tersebut. Dari hasilnya akan didapatkan solusi untuk mengatasi masalah yang sedang terjadi.

Sebagai Prediksi atau Perkiraan

Tidak semua penelitian dilakukan setelah terjadinya masalah atau fenomena tertentu. Ada juga penelitian yang dilakukan sebagai usaha untuk mendapatkan sebuah prediksi atau perkiraan. Biasanya penelitian semacam ini memakan waktu bertahun-tahun karena membutuhkan analisa yang mendalam. Hingga akhirnya akan diperoleh hasil penelitan yang menjadi gambaran tentang apa yang akan terjadi di masa depan.

Untuk Langkah Evaluasi

Manfaat penelitian ternyata tidak hanya fokus pada masalah atau perkiraan. Penelitian juga bisa menjadi cara untuk mengukur sebuah keberhasilan. Penerapan kebijakan atau aturan tertentu harus disertai dengan evaluasi untuk mengetahui apakah ada dampak yang terjadi. Untuk tujuan itulah penelitian juga dilakukan. Penelitian sebagai langkah evaluasi biasanya melibatkan responden dalam jumlah besar dan teknik tertentu.

Untuk Memberikan Rekomendasi

Penelitian bisa juga dilakukan pada suatu hal yang telah berjalan. Hasilnya kemudian akan berupa tingkat kepuasan selama menjalankan program tertentu. Kemudian hasil itu bisa dijadikan rekomendasi untuk orang lain. Penelitian yang ditujukan untuk maksud ini harus melalui pemikiran yang matang karena biasanya hasilnya akan dianut secara meluas. Namun tetap mungkin juga ada perbedaan pendapat tentang hasil penelitian.

Bertujuan untuk Pengembangan

Melakukan penelitian tidak hanya bermaksud untuk menguji suatu hal. Ahli yang melakukan penelitian juga bisa bertujuan untuk pengembangan. Dalam penelitian yang dilakukan mungkin saja ditemukan banyak kekurangan dan kelemahan. Lalu hasil penelitian menjadi acuan untuk menyempurmakan apa yang kurang dan apa yang lemah. Akhirnya suatu hal bisa lebih sempurna setelah penelitian dilakukan.

Untuk Mendeskripsikan Fenomena

Seperti yang sudah dibahas sejak awal bahwa penelitian bisa digunakan sebagai solusi untuk sebuah masalah atau fenomena. Namun tidak selamamnya sebuah fenomena langsung membutuhkan solusi. Ada kalanya sebuah fenomena hanya perlu dijelaskan agar masyarakat paham dan tidak lagi termakan berita tidak jelas.

Untuk Menghubungkan Kemungkinan

Bisa saja dalam masyarakat terjadi banyak fenomena secara beruntun yang membingungkan. Penelitian bisa menjawab kebingungan tersebut dengan cara menghubungkan berbagai kemungkinan. Pada akhirnya semua perkiraan akan bertemu pada satu kesimpulan yang jelas dan nyata kebenarannya. Masyarakat tidak perlu lagi berasumsi setelah ada hasil penelitian.

Ternyata manfaat penelitian begitu luas dan banyak. Tidak hanya untuk masa sekarang, penelitian juga bisa menjadi bekal ilmu di masa depan. Tentu penelitian yang bisa dipercaya harus dihasilkan ahli yang prosesional dan benar-benar terpercaya dalam bidang keilmuan tertentu sesuai dengan masalah yang diteliti.

Sumber:

Wartapoin

Peranan Dewan Pendidikan Dalam Dunia Pendidikan di Indonesia

Peranan Dewan Pendidikan Dalam Dunia Pendidikan di Indonesia

Vigiliadelainmaculada – Mengikuti ketentuan Pasal 56 ayat (4) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menetapkan “ketentuan yang berkaitan dengan pembentukan dewan pendidikan dan komite sekolah/madrasah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) , ayat (2), dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah”, dimana Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Pengertian Dewan Pendidikan

Dewan Pendidikan sesuai dengan ketentuan Pasal 1 Angka 41 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Penyelenggaraan Pendidikan adalah lembaga mandiri yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap pendidikan.

Hal-hal yang mengatur dewan diatur oleh ketentuan Pasal 192 – Pasal 195 dan Pasal 198 Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Fungsi Dewan Pendidikan

Peran dewan sekolah adalah meningkatkan pelayanan pendidikan dengan memberikan pertimbangan, arahan dan dukungan kepada staf, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.

Dalam menjalankan fungsinya, Dewan Pendidikan menjalankannya dengan kemandirian dan profesionalisme.

Tugas Dewan Pendidikan

Dewan Pendidikan bertanggung jawab menyusun, menganalisis, dan memberikan rekomendasi kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota atas pengaduan, saran, kritik, dan aspirasi masyarakat tentang pendidikan.

Hasil pelaksanaan tugas tersebut dikomunikasikan kepada masyarakat melalui media cetak, media elektronik, website, rapat atau sarana lain yang sejenis sebagai bentuk pertanggungjawaban yang ditegaskan dalam ketentuan Pasal 192 Ayat (5) Peraturan Pemerintah. Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Keanggotaan Dewan Pendidikan

Deskripsi keanggotaan dewan sekolah dimulai dengan latar belakang, masa kerja, dan kemudian penghentian keanggotaan dewan sekolah.

Latar Belakang Keanggotaan Dewan Sekolah

Susunan Dewan Pendidikan sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 192(5) Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan dan Penyelenggaraan Pendidikan, berasal dari:

• Spesialis pendidikan.
• Penyedia pendidikan.
• Pria bisnis.
• organisasi profesional.
• Pendidikan berdasarkan ciri-ciri agama atau sosial budaya.
• pendidikan berstandar internasional.
• Pendidikan lokal berbasis keunggulan.
• Organisasi sosial.

Seleksi calon pengurus sekolah dilakukan melalui iklan di media cetak, media elektronik dan website.

Masa Kerja Dewan Pendidikan

Amanat dewan pendidikan adalah 5 (lima) tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu periode.

Kedaluwarsa Keanggotaan Dewan Sekolah

Keanggotaan dewan sekolah dapat diberhentikan jika

• Undur diri.
• Meninggal dunia.
• Tidak dapat melaksanakan tugas karena absen tetap.
• Pemidanaan pelaku kejahatan karena melakukan kejahatan berdasarkan keputusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Susunan Organisasi Dewan Pendidikan

Struktur kepengurusan dewan pendidikan akan terdiri dari setidaknya seorang presiden dan seorang sekretaris, dan anggotanya tidak seimbang. Presiden dan sekretaris dipilih di antara dan oleh para anggota dengan musyawarah dan mufakat atau dengan pemungutan suara.

Dewan Pendidikan Nasional

Dewan Pendidikan Nasional berkedudukan di ibukota negara yang susunannya ditetapkan oleh Menteri, paling banyak 15 (lima belas) orang. Sebelum menteri membuat keputusan, menteri terlebih dahulu membentuk panitia seleksi untuk anggota dewan pendidikan nasional. Mulai saat ini, Komisi Seleksi Anggota Dewan Pendidikan Nasional akan mengajukan paling banyak 30 (tiga puluh) orang calon anggota Dewan Pendidikan Nasional, setelah menerima usulan dari:

• Organisasi profesi pendidik.
• Organisasi profesi lain.
• Organisasi kemasyarakatan.

Dewan Pendidikan Provinsi

Dewan pendidikan provinsi berkedudukan di ibukota provinsi yang susunannya ditetapkan oleh gubernur paling banyak 13 (tiga belas) orang. Penetapan Dewan Pendidikan Provinsi dilakukan setelah Gubernur terlebih dahulu membentuk Panitia Pemilihan Dewan Pendidikan Provinsi. Berdasarkan usul panitia pemilihan, paling banyak 26 (dua puluh enam) orang anggota dewan pendidikan provinsi akan diajukan setelah menerima usulan dari organisasi profesi, pendidik, organisasi profesi lain, atau organisasi masyarakat. dewan pendidikan provinsi.

Dewan Pendidikan Kabupaten/Kota

Dewan pendidikan kabupaten/kota berkedudukan di ibukota kabupaten/kota yang beranggotakan paling banyak 11 (sebelas) orang. Proses sebelum penetapan bupati/walikota hampir sama dengan proses sebelum penetapan dewan pendidikan nasional dan dewan pendidikan provinsi, yang membedakan hanya jumlah calon dewan sekolah kabupaten/kota yang diajukan. tidak lebih dari 22 (dua puluh dua) orang.

Referensi:

www.kelaselektronika.com

Pengertian Assessment dan Fungsinya

Pengertian Assessment dan Fungsinya

Vigiliadelainmaculada – Proses penilaian perencanaan dan pembelajaran serta hasil pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari perencanaan pembelajaran itu sendiri. Penyusunan rencana penilaian merupakan satu kesatuan program pendidikan dan pembelajaran yang utuh dan merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan satu sama lain. Rencana penilaian dirancang untuk menjadi acuan didaktis dalam menilai keseluruhan proses pembelajaran.

 

Dalam merencanakan penilaian pembelajaran, guru perlu memahami bahwa pembelajaran pendidikan mengandung dua kata kunci, yaitu belajar dan mendidik. Kata belajar berkonotasi aktif karena siswa aktif melakukan kegiatan belajar dalam situasi belajar yang dirancang oleh guru, sedangkan kata mendidik mengandung konotasi proses menjadi siswa secara utuh, baik secara pedagogik (akademik) maupun pribadi (kepribadian). ), profesional. (profesional) dan sosial (kewarganegaraan).

 

Definisi evaluasi

Penilaian atau disebut juga penilaian adalah aplikasi dan penggunaan berbagai metode dan alat untuk memperoleh berbagai informasi tentang hasil belajar dan pencapaian kompetensi siswa.

 

Hasil penilaian pembelajaran merupakan hasil analisis rangkaian fakta tentang unjuk kerja (performance) siswa dalam proses penguasaan kompetensi yang diharapkan. Fakta-fakta yang disusun, diolah, dianalisis, diinterpretasikan, dan disimpulkan merupakan gambaran kompetensi inti yang diharapkan (minimum kompetensi inti) dalam seperangkat sub kompetensi disertai seperangkat indikator dan deskriptor tertentu. Kumpulkan fakta atau bukti prestasi siswa dengan menggunakan alat bantu berdasarkan indikator prestasi.

 

Tujuan evaluasi

Chittenden (1994) mengemukakan bahwa tujuan evaluasi adalah “untuk mencatat, memverifikasi, menemukan dan meringkas”.

 

Tracking, yang terdiri dari pelacakan dan penelusuran proses pembelajaran siswa sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang telah ditentukan. Untuk itu, guru perlu mengumpulkan data dan informasi dalam waktu tertentu melalui berbagai jenis dan teknik penilaian untuk mendapatkan gambaran pencapaian kemajuan belajar siswa.

Verifikasi, yaitu memverifikasi pencapaian kompetensi siswa dalam proses pembelajaran dan kekurangan siswa selama proses pembelajaran. Dengan kata lain, guru harus melakukan penilaian untuk mengetahui bagian mana dari materi yang telah dipelajari siswa dan bagian mana dari materi yang belum dipelajari.

Ketahui juga tentang laporan biji kacang hijau

Discover, yang terdiri dari mencari, menemukan dan mendeteksi kekurangan pada kesalahan atau kelemahan siswa dalam proses pembelajaran, sehingga guru dapat dengan cepat menemukan alternatif pemecahannya.

Rangkuman, yaitu menyimpulkan tingkat penguasaan siswa terhadap keterampilan yang telah ditentukan. Instruktur dapat menggunakan hasil informasi ini untuk menyusun laporan kemajuan pembelajaran untuk berbagai pemangku kepentingan.

 

Fungsi evaluasi

Asesmen atau penilaian merupakan bagian penting dari suatu proses belajar mengajar. Fungsi evaluasi antara:

 

fungsi formatif

Artinya, memberikan umpan balik kepada guru sebagai dasar untuk memperbaiki proses pembelajaran dan membuat program remedial bagi siswa.

 

fungsi sumatif

yaitu untuk menentukan nilai (jumlah) hasil belajar/kemajuan siswa pada mata pelajaran tertentu, sebagai bahan untuk memberikan laporan kepada berbagai pihak, menentukan kenaikan kelas, dan menentukan lulus atau tidaknya siswa.

 

Evaluasi berfungsi seperti diagnosis

Alat yang digunakan dalam evaluasi, hasilnya memungkinkan untuk mengetahui kelemahan siswa. Kemudian, dengan melakukan penilaian, guru secara efektif mendiagnosis siswa dengan kekuatan dan kelemahannya. Dengan mengetahui kelemahan-kelemahan yang ada, maka akan mudah mencari cara untuk mengatasinya.

 

Evaluasi bertindak sebagai tempat

Untuk menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan, penilaian digunakan. Sekelompok siswa yang memiliki hasil penilaian yang sama akan berada dalam kelompok belajar yang sama.

 

Evaluasi berfungsi sebagai ukuran keberhasilan.

Evaluasi dilakukan dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana suatu program telah berhasil dilaksanakan.

 

  • Tahapan utama evaluasi
  • Kembangkan rencana evaluasi
  • pengumpulan data
  • Memeriksa
  • Pemrosesan dan analisis data
  • Melakukan interpretasi/penafsiran dan menarik kesimpulan
  • Simpan alat dan hasil evaluasi
  • Pemantauan hasil evaluasi